PONOROGO,SW_ Kualitas juri yang menilai di perhelatan Festival Nasional Reyog Ponorogo FNRP XXXI tahun 2026 bukan ecek ecek. Sepak terjang di dunia seni tari dan koreograf tidak perlu diragukan. Tidak hanya kelas kampungan lokalan atau nasional tapi berkelas internasional.
Salah satu diantaranya adalah Eko Pece.
Namanya cukup keren di belantika koreograf internasional. Bahkan tour konsernya Madona superstar dunia pernah jadi garapanya.
Eko Supriyanto alias Eko Pece (lahir 26 November 1970) adalah penari, koreografer, dan dosen. Namanya mulai dikenal secara internasional saat ditunjuk oleh penyanyi Madona untuk menjadi penata tari untuk 268 kali konsernya di berbagai negara. Pertunjukan Lion King di Heather Broadway New York, Amerika Serikat juga tak lepas dari sentuhan karyanya.
Eko juga terlibat sebagai penata tari untuk ajang Miss World yang diselenggarakan di Bali tahun 2013 dan Asian Games 2018 yang di gelar di Jakarta dan Palembang.
Rekam jejak setinggi langit ini bisa jadi guarante bahwa. karyanya berkelas. Demikian juga secara otomatis penilaian terhadap koreo maupun keterpaduan iringan tata musiknya tidak diragukan lagi.
Adanya rumor yang santer menyebut bahwa sudah ada nama calon yang akan jadi pemenang dan ternyata memang benar menang tida bisa dipungkiri.
Ini lebih karena kesiapan yang matang dari grup reyog tersebut. Dan tentu ada konsekwensi yang korelasi dengan karya dengan persiapan matang baik finance maupun skill.
Bagi yang bergelut di dunia tari nama besar Abing Santoso pastinya sudah tidak asing lagi.
Dirinya pada FNRP XXXI tahun 2026 ini bergabung dengan Grup Reyog Kyai Lodra dari dinas Pariwisata Jawa Timur yang berhasil meraih peringkat 1 penyaji terbaik.
Memerankan secara perfect tarian klonosewandono. Gerakan khas lumaksana ombak banyu atau gerakan memutar tubuh atau selendang secara dinamis ini menyimbolkan keperkasaan raja yang menguasai alam diperankan sangat energic.
Guru yang sekaligus Ketua Program Keahlian Seni Tari SMK Negeri 12 Surabaya, Jawa Timur ini, mulai terkenal setelah viral di sosial media sejak April 2022 lewat metode pengajaran yang menarik dan melibatkan siswa siswi. Dirinya terpantau juga dosen di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta.
Hingga tahun ini atensi peserta dan masyarakat luar biasa. Kepesertaan meskipun berkurang dari tahun sebelumnya tapi kwalitas sajiannya semua digarap serius dan menyuguhkan tarian kolosal Reyog Ponorogo.
Antusias masyarakat juga sebanding, terpantau kursi tempat duduk penuh sesak bahkan sebagian duduk dibawah untuk menyaksikan mendukung dan mensukseskan perhelatan Festival.
Adanya realitas dengan antusias peserta yang dari tahun sebelum sebelumnya berkurang serta berbagi teknis maupun apresiasi yang perlu diperbaiki menjadi catatan untuk kedepan perhelatan Festival Nasional Reyog Ponorogo XXXII tahun 2027 lebih sukses lagi.
Posting Komentar