Kisruh Lahan Halaman, SDN Menang Jambon Di Palang Warga, Terpaksa Siswa Tidak Masuk Sekolah

PONOROGO,SW_ Kisruh lahan terjadi di di SDN Menang Jambon Ponorogo. Pihak yang memiliki lahan secara sepihak mengunci gerbang sekolah dan memasang palang bambu di sejumlah ruangan kelas. 

Disampaikan oleh kepala sekolah Lulus Santoso pada malam hari pihak pemilik halaman menelpon untuk mengunci dan memasang palang di pintu kantor dan kelas. 

Atas dasar tersebut pihak sekolah meliburkan para siswa 

" Kebetulan juga para siswa baru saja ujian semester sehingga mereka belajar dirumah. Untuk bapak ibu guru bersih bersih sekolah" ungkapnya, Rabu (17/6/2026). 

Lulus menyebut bahwa SDN Menang Jambon dibangun pada 1966. Dimana lahan yang digunakan adalah tanah kas desa. 

" Dulu dari belakang yang sekarang eks pasar sampai depan lahan milik desa sehingga di bangun sekolah" terangnya. 

Pada tahun 2000 an muncul sertifikat hak milik pribadi warga untuk halaman. 

Disinggung kapan para siswa akan masuk sekolah Lulus menyampaikan menunggu hasil musyawarah dari para pihak. 

"Semoga besok para siswa bisa masuk dan belajar kembali di sekolah " harapnya. 

Sementara Fuad perangkat desa Menang dikonfirmasi membenarkan bahwa halaman SDN Menang merupakan milik warga. 

Dirinya menyayangkan aksi memasang palang pintu di ruang kelas dan kantor, karena yang merupakan lahan pribadi adalah halaman sekolah. 

" Pihak desa, kecamatan dan pemilik lahan menyelesaikan masalah di bidang pemdes kabupaten  Ponorogo"jelasnya.

Dirnya menyebut bahwa sebenarnya sudah ada solusi untuk mengubah arah sekolah dengan membongkar dan menghadapkan pintu ke belakang atau ke eks pasar. 

" Tetapi karena dana besar akan direalisasikan saat PAK 2026 ini dengan anggaran 200 juta" jelasnya. 



0/Post a Comment/Comments

Dibaca :