Bahkan anaknya punya sertifikat kejuaraan dari SMAN 1 Ponorogo yang bisa dipastikan pada temannya tidak punya. Lebih kecewa lagi nilai akademik dari anak yang tidak diterima jauh lebih baik
"Saya kesini klarifikasi mengadu, anak saya punya sertifikat sama bahkan lebih unggul punya sertifikat tambahan juara jurnalistik dan juga punya nilai lebih tinggi tapi malah tidak diterima" ungkapnya.
Kekecewaan ini cukup beralasan mengingat anaknya sangat ingin sekolah di SMAN 1 Ponorogo sehingga setiap ajang lomba yang diadakan oleh sekolah tersebut selalu diikuti.
Penjelasan diberikan oleh Asmara Johan selaku sekretaris PPDB SMAN 1 Ponorogo dirinya berdalih pada jalur prestasi ada batasan kuota yang sudah diatur.
Untuk prestasi juga ada kriteria dalam menentukan bahwa sertifikat prestasi tersebut bisa digunakan atau tidak serta batasan siswa yang diterima.
" Misalkan siswa SMPN 1 Ponorogo sejumlah 100 siswa ikut Festival reyog dan juara 1 , tidak bisa semua kemudian bisa masuk ada batasan pada setiap formasi prestasi siswa" ungkapnya.
Hal lain yang jadi perhatian juga masuknya pendaftaran dengan sertifikat yang sama bisa jadi kalah dahulu daftar, akhirnya yang selanjutnya tidak diterima.
"Kalau jalur prestasi lomba baik akademik nom akademik, untuk nilai raport dan akademik diabaikan. Dengan hitungan dan sistem yang terbuka sehingga semua bisa akses, tidak ada permainan, sebagaimana yang santer diberitakan" pungkasnya
Posting Komentar