PONOROGO,SW_ Festival Reyog Ponorogo menjadi berkah bagi semua tidak hanya UMKM tetapi juga para pelaku seni. Dengan perhelatan melibatkan lebih dari 50 grup Reyog yang tampil rata reta mereka butuh pemain tambahan atau pemain yang exspert untuk mendukung
Dengan delegasi Reyog dari lembaga instansi atau kelompok tidak serta merta tim yang memperkuat grup Reyog adalah internal mereka sendiri. Sebagian merupakan orang luar atau kalangan profesional.
Salah satunya Farel (18 tahun) siswa SMK Seni Solo ini mengaku dalam perhelatan Festival Reyog 2026 ini dirinya tergabung dalam 8 grup Reyog baik tampilan di Festival Reyog Remaja maupun Feetival Nasional Reyog Ponorogo.
" Bahkan ada teman saya yang ikut di 12 grup Reyog dan tampil di alon alon" jelasnya.
Farel mengungkapkan hampir semua temannya ikut memeriahkan perhelatan festival Reyog dengan peran yang berbeda beda tergantung permintaan di beberapa grup reyog.
Sedangkan dirinya yang ambil jurusan Pedalangan ini disambati atau diminta untuk membackup pada wiro sworo dan juga pada tim yang lain sebagai pemain angklung. Dengan kemampuan multi talen di bidang seni tentu tidak susah untuk mengikuti keinginan pelatih maupun skenario dari yang diinginkan oleh grup Reyog.
Untuk biaya transportasi dirinya mengaku mendapat setiap kali latihan atau ada juga yang sistem paket. Rata rata sampai selesai sekitar 600-900 ribu .
Beda halnya dengan keahlian khusus semacam pembarong pengendang terompet maupun klono mereka akan mendapat biaya transport yang lebih besar. Jarak atau lokasi latihan juga menjadi pertimbangan tersendiri.
" Rata rata yang mengambil dari luar adalah untuk pembarong pemain terompet wirosworo maupun pembarong, karena memang sulit" jelasnya.
Farel menambahkan sebagian besar grup Reyog yang menggunakan jasanya bersama teman temannya berasal dari luar kota karena mereka terbatas dari personilnya.
" Kita senang saja mas bisa membantu grup Reyog bisa tampil maksimal. Penting jadwalnya bisa diatur. "pungkasnya
Posting Komentar