" Saya daftarnya bersama karena teman, bahkan mengonfirmasi syarat yang harus dilengkapi. Rumahnya melewati rumah saya berjarak sekitar 1 km arah menjauh dari sekolah. Saya kaget anaknya diterima malah anak saya tidak " ungkap DC warga jalan Tlutur Jinglong Kota Ponorogo.
Ibu dua anak ini juga mengungkapkan bahwa dirinya sangat berminat menyekolahkan anaknya di SD Mangkujayan 1, dibuktikan dari sekitar 120 pendaftar yang indent atau titip berkas dirinya nomor urut 2, atau jauh hari sebelum dibuka pendaftaran.
Awalnya saya sangat optimis anak saya masuk, karena dari obrolan teman dengan jarak sekian pastinya bisa. Jelasnya.
Hal yang menbah kekecewaan lainnya bahwa tidak ada petunjuk bahwa pendaftaran dengan sistem online dan juga wali bisa mengakses pendaftaran sendiri. Para datang ke sekolah 2 kali, pertama menyampaikan berkas, kedua mengisi form pendaftaran.
" Semua yang mengatur sekolah baik pengisian form online dan lainnya. Selanjutnya dipesan tanggal 23 Juni melihat pengumuman dan nama anak saya tidak ada di papan pengumuman " jelasnya
Kenyataan pahit dan mengecewakan ini tidak mampu dibendung ketika banyak kasak kusuk mengenai rumor yang berkembang bahwa ada hal yang tidak fair dalam pendaftaran siswa.
Dirinya mendengar ada grup yang diinisiasi oleh guru untuk memastikan para pendaftar untuk bisa mengamankan para siswa masuk. Hal lain juga adanya ikatan emosional yang dekat dari wali calon siswa sehingga meskipun jarak lebih jauh bisa masuk diterima.
Disoal alasan dirinya kekeh ingin menyekolahkan anaknya di SD Mangkujayan 1 tidak lepas dari layanan memuaskan yang dihadirkan pihak sekolah kepada anak pertamanya yang juga sudah lulus di sekolah tersebut.
Selain biaya terjangkau fasilitas lengkap juga kenyamanan para siswa dalam belajar di akuinya kelebihan yang ada di SD Mangkujayan 1 Ponorogo.
" Saya mengantar juga dekat, ada jalur pintas yang nyaman. Bila ke sekolah favorite lain semacam MI Al Kausar, SDMT, maupun SD Muhammadiyah jauh dan melewati jalur ramai" imbuhnya.
Dikonfirmasi kepada panitia SPMB SD Mangkujayan 1 Ponorogo, Johan, sistem pendaftaran sudah by sistem dimana program atau aplikasi dari pusat yang akan menentukan para siswa bisa diterima atau tidak.
" Semua sudah terukur dengan program dari pusat bukan dari diknas Ponorogo, tugas operator hanya mengupload data sesuai berkas" jelasnya.
Dirinya juga menyebut keberadaan siswa yang diterima pada tahun ini rata rata berjarak 1,2 km dari sekolah, sedangkan jalur lain tidak ada. Bahkan untuk tahun sebelumnya jarak domisili siswa yang diterima tidak ada satu kilometer dari sekolah.
Posting Komentar