PONOROGO,SW_ Group Reyog Garudo Djoyo Manggolo Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo tampil memukau pada perhelatan Festival Nasional Reyog Ponorogo,Sabtu (12/6/2026).
Meskipun sekolah yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo belum lama berdiri tapi hal tersebut sama sekali tak mengurangi semangat para pendidik maupun siswanya untuk ikut partisipasi berperan aktif tampil secara maksimal di FNRP XXXI Tahun 2026.
Di hadapan ribuan penonton dan panggung megah alon alon Ponorogo para penari baik jathil, warog, warog sepuh, klono, bujangganong dan karawitan pengiring bisa memerankan diri dengan maksimal, menyuguhkan tarian kolosal Reyog Ponorogo.
Sebagian besar para siswa yang dilibatkan adalah yang ada di bangku sekolah atas. Mereka berperan sebagai jathil untuk putri dan warog untuk siswa putra.
Kepala SRP Ponorogo, Devit Tri Candrawati, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan pesan Prabowo Subianto tentang pentingnya menjaga warisan budaya.Investasi emas Ponorogo
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budaya leluhurnya. Reyog bukan hanya seni, tetapi identitas. Kami ingin anak-anak ini tumbuh dengan kebanggaan itu,” jelasnya.
Ponorogo sendiri bukan sekadar tempat lahirnya Reyog. Ia adalah ruang hidup yang menjadikan budaya sebagai napas sehari-hari. Pengakuan dunia melalui UNESCO terhadap Reyog sebagai warisan budaya tak benda menjadi penguat bahwa apa yang tumbuh di tanah ini memiliki nilai universal.
"Namun bagi Garudo Djoyo Manggolo, panggung nasional bukanlah tujuan akhir. Ini adalah awal menjaga nilai-nilai warisan leluhur Seni Reog Ponorogo." jelasnya.
Wisnu HP selaku pelatih Grup Reog Garudo Djoyo Manggolo, semangat para siswa luar biasa dalam berlatih mengikuti petunjuk dari pelatih. Dan ini menjadi kekuatan luar biasa optimis Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo bisa tampil sukses di panggung megah FNRP XXX tahun 2026.
"Semangat belajar para siswa menjadi kekuatan utama selama proses latihan. Meski memulai dari dasar, mereka menunjukkan kemauan yang tinggi untuk berkembang." Ungkap Wisnu.
Menurut Wisnu yang juga merupakan tokoh Budaya Muda Ponorogo keberhasilan para siswa tampil di Festival Nasional Reyog Ponorogo membuktikan bahwa kesempatan mampu mengubah kepercayaan diri anak-anak.
"Mereka umumnya tidak terbayang bisa tampil apik dan setara dengan para siswa lain di sekolah lain akhirnya bisa mewujudkan. Apa yang sebelumnya tampak mustahil kini menjadi kenyataan." imbuhnya.
Dirinya pun berharap dukungan dan doa dari semua pihak semoga kedepan Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo terus berkiprah memberi warna pada perhelatan seni di Ponorogo baik di Festival Reyog maupun even perhelatan yang lain. Sehingga para siswa yang merupakan kalangan tidak mampu dengan segala keterbatasan ekonomi bisa membersamai berpengalaman dan berkiprah sama seperti siswa lain yang seumuran. (Jun/end/red)
Posting Komentar