"Penyampaian Aspirasi dari para Insan MBG sangat bagus dan aspiratif. Pemerintah mestinya bertanggung jawab dan menyadari kelemahan managemen dalam pengelolaan MBG." ungkapnya Jumat(3/7/2026)
Agus Zamroni menilai program ini sangat bagus dalam menjamin gizi pelajar, balita, bumil, busui dan lansia. Meski diberikan 1 x sehari program ini sangat dinanti oleh mereka yang membutuhkan.
"Lepas dari semua kekurangan baik sisi Managemen dan mentalitas kejujuran serta mental korupsi pengelola di lingkup Badan Gizi Nasional (BGN) saya sangat prihatin meskinya yang di beri amanat oleh pemerintah bisa menjaga amanah dengan baik.
Bukan membuat citra buruk di mata rakyat sehingga banyak yang mengkritisi menjadi maling berkedok gizi dan merugikan para mitra dan relawan.
Keputusan penghentian Pendistribusian MBG dengan dalih evaluasi merugikan mitra,relawan, supleyer dan para petani peternak toko kelontor dan semua jejaring ekonomi yg sudah terbentuk. Mereka kehilangan Pendapatan dan terganggu kesetabilan ekonominya.
Banyak angsuran kredit modal kerja, kredit motor kredit perumahan menunggak karena pemerintah memberhentikan sepihak dengan alasan pengusustan korupsi dan evaluasi
Ini membuat kredibilitas pemerintah menurun dan jadi candaan di mata rakyat.
"Semoga pemerintah mengerti kesulitan rakyat yang bekerja di lingkup satuan pelayanan pemenuhan gizi dengan memberikan minimal 50% dari kewajiban biaya yang meski di tanggung pemerintah melalui Badan Gizi Nasional di saat libur dan evaluasi."
Posting Komentar