| Terpantau toko pakaian seragam sepi pembeli, hanya seragam SD yang ramai pembeli di tahun ajaran baru 2026 |
Sebagaimana diungkap Jainul pemilik Toko Barokah Jaya, dirinya menjelaskan selama musim tahun ajaran baru 2026 ini tidak ada pembelian baju seragam khususnya abu abu putih untuk SMA/SMK maupun biru putih untuk SMP, juga pramuka. Dirinya mengungkapkan yang rajia pembelian hanya seragam SD.
" Bagi anak baru masuk SD yang ramai kalau SMP,SMA SMK sepi nyaris tidak ada yang beli"jelasnya dikonfirmasi Jum'at (10/7/2026)
Dirinya juga baru tahu kalau sekolah membebaskan para wali siswa beli seragam mandiri atau beli kain di sekolah.
Di tokonya Jainul menyebut menyediakan seragam jadi dengan kwalitas bagus sudah jadi untuk SMP SMA satu stel seharga 200.000 sedangkan intim seragam SD seharga 170.000.
"Bahkan kalau belinya satu kelas atau ratusan harganya lebih ringan lagi. "ungkapnya.
Sementara dari pantauan, di sekolah sulit mendapatkan informasi harga satuan dalam potongan kain satu stel. Kebanyakan sekolah baik di SMP atau SMA membendel paket harga kain seragam dengan atribut lengkap kaos kaki topi sabuk, bedge, stand leher pramuka, emblem dan varian lainnya.
Fajar Pramono ketua dewan pendidikan Ponorogo menyebut bahwa sekolah bisa lebih memilah tampilan profesionalnya dengan tampil elegan benar benar ikhlas menyerahkan pembelian seragam kepada wali murid.
Bahkan sekolah enggan untuk terbuka dengan harga maupun jenis kain yang digunakan sebagai seragam. Padahal sebagai lembaga pendidikan harusnya nilai transparansi profesional berasal dan di contohkan kepada anak didik serta wali murid.
Fajar menyatakan bila benar yang berperan koperasi sekolah untuk bisa memberikan harga yang bersaing karena dipastikan pembelian secara masal atau borongan.
"Yang sering disebut bisa beli di koperasi sekolah, harapannya mengembalikan koperasi sesuai dengan fungsinya, memberikan layanan yang berkwalitas untuk anggota dan bila ada keuntungan dikembalikan ke siswa" jelasnya.
Posting Komentar