Pagelaran menghadirkan dalang Ki Anom Dwijokangko, S.Sn dari Karanganyae dengan lakon Aji Pancasona, sementara dalang cilik Arganata Prayudyatama membawakan lakon Cupu Manik Astagina. Suasana semakin meriah dengan penampilan Kirun CS, Lusi Brahman, dan Duo Jo
Agenda ini dihadiri forpimda Ponorogo, forpimka, Pengurus Pepadi, Komite sekolah,MKKS , para alumni, tokoh pendidikan, orang tua siswa, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Kuat, S. Pd menyampaikan Puncak hari jadi SMPN 1 Ponorogo ke 80 sebagai pertanda perjalanan panjang, tempat menempa generasi yang cerdas dan berkarakter dengan harapan sukses mengabdi pada bangsa
Dirinya mengakui bahwa kebesaran dan kesuksesan SMPN 1 Ponorogo berkat kerja keras dan sinergi pemerintah dan stek holder.
"Kami sampaikan apresiasi terimakasih yang tulus. Kepada semua pihak yang telah membantu mendorong memberi semangat dan mendukung sekolah kita tercinta" ungkapnya
Kuat terus bertekat dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan, pihaknya berkomitmen untuk terus berinovasi. Agar nyaman inspiratif dan unggul wujudkan generasi Indonesia emas. Mencetak generasi yang unggul dan bermartabat.
Dirinya menjelaskan sebelum pagelaran pentas wayang kulit menjadi ajang untuk menunjukan tampilan dari para siswa, dengan tampilan karawitan sri manunggal yang baru saja mendapatperingkat 2 dan pengendang peringkat 1 di agenda hari jadi Ponorogo.
...
Sementara Ary trisilo mewakili ketua komite mengharap sekolah ini terus tumbuh, tetap menjadi juara baik kesenian maupun pengetahuan. Menjadi sekolah hebat dan impian warga Ponorogo
"Terimakasih atas partisipasi dari semua baik masyarakat guru dan siswa. Terus bersemangat memeberikan yang terbaik gotong royong sukses dan majukan SMN 1 Ponorogo." pungkasnya.
Pagelaran wayang kulit ditandai dengan penyerahan tokoh wayang dari ketua Pepadi Sindu Prawoto, kepada kepala sekolah dan dilanjutkan kepada ki Anom Dwijokangko
Posting Komentar