Dirinya mengungkap bahwa hal edaran pembelian buku tersebut tidak memaksa wali siswa, siswa juga dibebaskan untuk fotocopy atau pinjam pada kakak kelas.
Wilson menyebut adanya pilihan buku mata pelajaran berdasar dari setiap guru mapel yang mengampu pelajaran.
"Kita juga ada kerjasama dengan program Cambridge berkenaan adanya program Internal Class Program. Dimana pada pembelajaran tersebut khusus pelajaran Bahasa Inggris IPA dan Matematika menggunakan buku yang harus terstandar. " ungkap Wilson Senin (10/8/2026).
Pembelian dapat dipilih secara selektif per mata pelajaran melalui formulir (Google Form) yang diisi oleh orang tua. Pembayaran awal sebesar Rp400.000,- merupakan dana down payment (DP) yang akan disesuaikan atau dikembalikan jika nominal akhir kurang dari jumlah tersebut.
" Kita bebaskan siswa beli buku sendiri juga bisa, beli sebagian bisa, tidak beli memfoto copy juga kita bebaskan. Kalau tidak beli buku yang uang 400.000 kita kembalikan " tegasnya.
Wilson menjelaskan buku utama dari Kementerian (Kemenag) yang disediakan pihak sekolah jumlahnya terbatas dan tidak mencukupi seluruh siswa. Buku penerbit (seperti Erlangga) digunakan untuk menyelaraskan kurikulum penunjang
Posting Komentar