Warga Baran Jetis Sayangkan Desa Yang Bangun Jalan Tanpa Perjanjian, Ada Rumah Bangun Kanopi di Jalan



PONOROGO,SW_ Kemufakatan warga untuk menghibahkan jalan dari lahan pribadi berujung masalah. Hal ini terjadi di Dukuh Baran, Desa Jetis, Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. 

Jalan rabat yang sudah disepakati dihibahkan untuk dibangun ternyata masih dilakukan pemblokiran sepihak dengan memasang kanopi dan memberikan pelindung di sekelilingnya oleh salah satu keluarga. Hal ini menjadikan warga pengguna jalan keberatan. 

"Ini oleh orang tua dulu sudah di hibahkan untuk jalan. Tapi muncul masalah beberapa waktu lalu setelah pihak keluarga memasang kanopi didepan rumah yang merupakan jalan umum. " jelas warga sekitar. 

Meski telah dilakukan mediasi dan menghasilkan kesepakatan bersama bahwa jalan tersebut dipinjamkan untuk jalan selamanya, warga pengguna sekitar tetap berharap kanopi yang terpasang di atas badan jalan segera dilepas karena dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Jalan sepanjang lebih dari 100 meter dengan lebar 3 meter itu merupakan akses vital bagi warga sekitar. Sejak awal, lahan tersebut berasal dari hibah sejumlah warga yang sepakat memberikan sebagian tanahnya untuk kepentingan bersama. 


Warga lain yang enggan disebut namanya menyoal adanya status jalan yang dihibahkan harusnya di proses desa dengan perjanjian yang kuat untuk jadi jalan, sehingga tidak ada gejolak atau claim dari salah satu warga. 

Jika tidak ada kesepakatan yang mengikat dan masih bisa dimasalahkam warga berarti ada celah hukum. 

"Harusnya sebelum pembangunan dari pihak desa benar benar buat kesepakatan mengikat sampai kapanpun untuk tidak menyoal lahan yang sudah disepakati sebagai jalan umum, terlebih digunakan untuk kepentingan pribadi yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan" jelasnya. 


Kepala Desa Jetis, M Khoiri, belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diturunkan.

Dikonfirmasi kepada Camat Jetis, Yusup Dharmadi Jaya Prabowo, S.STP., M.Si., menyatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.


“Kami akan komunikasi dengan desa dan mencari solusi terbaik. Harapannya masyarakat tetap guyup rukun dan tidak ada konflik berkepanjangan,” ujarnya.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca :