PONOROGO,SW_ Peran Komite Sekolah dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan kembali mendapat sorotan tajam. Pakar Pendidikan Pedagogik Ponorogo, Dr. Alip Sugianto, mencermati keberadaan komite sekolah saat ini yang dinilai belum berfungsi secara maksimal sesuai dengan porsi dan tugas pokoknya, khususnya dalam membantu mencarikan solusi pendanaan sekolah.
Menurut Dr. Alip Sugiarto, fenomena yang kerap terjadi di lapangan menunjukkan indikasi bahwa komite sekolah cenderung bergeser fungsi hanya sebagai "kepanjangan tangan" pihak sekolah untuk melegitimasi penarikan iuran kepada orang tua atau wali siswa.
"Komite sekolah seharusnya hadir sebagai mitra strategis untuk mencari jalan keluar atas kendala keuangan sekolah, bukan sekadar instrumen penarik iuran dari wali murid," ujar Dr. Alip Sugianto.
Ia juga menyoroti struktur beban biaya yang dibebankan kepada wali murid. Dalam banyak kasus, alokasi dana yang dihimpun dari iuran tersebut justru lebih dominan dialokasikan untuk biaya fisik atau pembangunan infrastruktur sekolah, ketimbang program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kompetensi dan kualitas pembelajaran siswa.
Padahal, lanjutnya, jajaran kepengurusan komite sekolah umumnya didominasi oleh para tokoh masyarakat, tokoh pendidikan, maupun figur berpengaruh yang memiliki kapasitas serta jaringan luas.
Potensi besar ini seharusnya dioptimalkan untuk menggali sumber pendanaan alternatif yang inovatif dari luar pembiayaan wali murid.
"Keberfungsian komite yang diisi oleh para tokoh ini sangat kita harapkan mampu menghadirkan solusi yang signifikan. Mereka bisa menjembatani kerja sama dengan pihak ketiga, alumni, maupun kemitraan lainnya demi mendukung fasilitas belajar siswa," jelasnya.
Dr. Alip juga menegaskan pentingnya menjamin prinsip sumbangan sukarela dalam setiap penarikan dana yang melibatkan orang tua siswa.
Pihaknya mengingatkan bahwa tidak boleh ada unsur pemaksaan, batasan nominal yang mengikat, maupun batas waktu tertentu yang memberatkan wali murid, sesuai dengan aturan perundang-undangan dan semangat tata kelola pendidikan yang transparan serta akuntabel.
Posting Komentar