PONOROGO II - Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026, SD Negeri 1 Jimbe, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, yang dikenal dengan sebutan JiTu (Jimbe Satu), menggelar berbagai perlombaan edukatif antarpeserta didik dengan memperebutkan Piala GENIUS.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SDN 1 Jimbe tersebut diikuti peserta didik dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya sekolah menanamkan semangat persatuan, cinta tanah air, serta kebanggaan terhadap bahasa Indonesia sejak dini.
Kegiatan tersebut dikemas dalam tiga cabang lomba, yakni Lomba Mewarnai dengan tema Sumpah Pemuda, Lomba Menyanyi “Satu Nusa Satu Bangsa”, serta Lomba Menulis dan Membaca Puisi/Cerita dalam Bahasa Indonesia dengan tema “Senang Sekolah di SDN 1 Jimbe”.
Ketiga lomba tersebut dirancang bukan semata-mata untuk mencari pemenang, tetapi menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal kembali nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda sekaligus mengekspresikan rasa cinta kepada tanah air melalui seni, bahasa, kreativitas, dan keberanian tampil di depan orang lain.
Menghidupkan Semangat Sumpah Pemuda
Bagi SDN 1 Jimbe, peringatan Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dilakukan melalui upacara dan kegiatan seremonial. Semangat yang lahir dari ikrar para pemuda pada 28 Oktober 1928 perlu diterjemahkan dalam pengalaman nyata peserta didik di lingkungan sekolah.
Melalui Lomba Mewarnai bertema Sumpah Pemuda, peserta didik menuangkan kreativitas mereka dalam menggambarkan semangat persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang kepada anak untuk belajar mengenal simbol, nilai, dan pesan kebangsaan melalui karya visual.
Sementara itu, Lomba Menyanyi “Satu Nusa Satu Bangsa” menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Dengan menyanyikan lagu bertema kebangsaan secara bersama maupun individual, peserta didik diajak merasakan bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang terdiri atas beragam suku, budaya, bahasa daerah, dan latar belakang.
Adapun Lomba Menulis dan Membaca Puisi/Cerita dalam Bahasa Indonesia mengangkat tema “Senang Sekolah di SDN 1 Jimbe”. Cabang ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menuangkan pengalaman, perasaan, dan harapan mereka selama belajar di sekolah melalui bahasa Indonesia.
Tema tersebut juga menjadi bentuk refleksi sederhana bahwa sekolah bukan hanya tempat untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, berteman, berkarya, mengembangkan bakat, dan menemukan pengalaman yang menyenangkan.
Piala GENIUS, Simbol Prestasi dan Karakter
Penggunaan nama Piala GENIUS dalam kegiatan tersebut memiliki makna khusus. GENIUS merupakan bagian dari visi SDN 1 Jimbe, yaitu “Terwujudnya Peserta Didik yang GENIUS (Gemilang, Energik, Nyaman, Islami, Unggul, dan Sukses).”
Nilai Gemilang diwujudkan melalui kesempatan bagi peserta didik untuk menunjukkan prestasi dan potensi terbaiknya. Energik terlihat dari semangat, kreativitas, dan keberanian anak mengikuti setiap perlombaan. Nyaman dibangun melalui suasana kompetisi yang aman, menyenangkan, dan ramah anak.
Sementara Islami menjadi landasan dalam membangun karakter, sikap santun, sportivitas, dan saling menghargai. Nilai Unggul diarahkan melalui pengembangan bakat dan kemampuan peserta didik, sedangkan Sukses dimaknai sebagai tumbuhnya anak-anak yang percaya diri, mandiri, berkarakter, dan memiliki kesiapan menghadapi masa depan.
Kepala SD Negeri 1 Jimbe, Fajar Nashrulloh, S.Pd. SD., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu cara sekolah menghadirkan pembelajaran yang bermakna melalui pengalaman langsung.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengetahui sejarah Sumpah Pemuda, tetapi juga memahami dan merasakan maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan harus ditanamkan sejak dini melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak, salah satunya melalui seni, bahasa, kreativitas, dan kompetisi yang sehat,” ungkapnya.
Menurut Fajar, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah piala yang diperoleh peserta didik. Hal yang lebih penting adalah tumbuhnya keberanian, kreativitas, sportivitas, rasa percaya diri, serta kemampuan bekerja sama.
“Piala adalah simbol penghargaan atas usaha dan prestasi. Namun, pengalaman anak untuk berani tampil, berani mencoba, menghargai teman, menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sportif, itulah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” tambahnya.
Didukung Kekompakan Bapak dan Ibu Guru
Pelaksanaan kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari kekompakan seluruh bapak dan ibu guru SDN 1 Jimbe. Guru terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari persiapan, pendampingan peserta, pelaksanaan lomba, hingga memberikan motivasi kepada peserta didik.
Fajar mengapresiasi semangat seluruh guru yang terus berkolaborasi dalam menghadirkan berbagai kegiatan positif bagi peserta didik.
“Saya sangat mengapresiasi kekompakan bapak dan ibu guru. Setiap program sekolah akan menjadi lebih bermakna ketika dilaksanakan dengan kebersamaan. Guru bukan hanya mengajar di dalam kelas, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang membuat anak merasa senang berada di sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, budaya sekolah yang positif harus dibangun secara bersama-sama. Guru, peserta didik, orang tua, dan seluruh warga sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Menumbuhkan Kebanggaan terhadap Bahasa Indonesia.
Salah satu pesan penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut adalah kecintaan peserta didik terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Hal itu secara khusus diwujudkan melalui lomba menulis dan membaca puisi atau cerita. Peserta didik tidak hanya dilatih menyusun kata dan kalimat, tetapi juga belajar mengungkapkan gagasan, perasaan, pengalaman, dan harapan menggunakan bahasa Indonesia dengan percaya diri.
Tema “Senang Sekolah di SDN 1 Jimbe” diharapkan dapat memunculkan berbagai cerita positif dari sudut pandang peserta didik tentang sekolah mereka.
Dengan demikian, peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya berbicara mengenai masa lalu, tetapi juga menjadi jembatan untuk membangun masa depan. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa perlu memiliki rasa bangga terhadap bahasa, budaya, dan tanah airnya, sekaligus memiliki kemampuan untuk berprestasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menjadi Sekolah yang Dirindukan Anak
Semangat kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen SDN 1 Jimbe untuk terus membangun sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, menyenangkan, dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang.
Sekolah terus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, melalui kegiatan literasi, numerasi, seni, olahraga, kreativitas, karakter, dan berbagai aktivitas pengembangan bakat serta minat.
Lingkungan belajar yang positif tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar SDN 1 Jimbe untuk menjadi sekolah pilihan masyarakat, tempat anak-anak dapat belajar, bermain, berkarya, dan tumbuh dengan penuh percaya diri. Bagi keluarga yang ingin memberikan ruang tumbuh dan pengalaman pendidikan yang menyenangkan bagi putra-putrinya, informasi mengenai **Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) SDN 1 Jimbe** juga dapat diperoleh langsung melalui sekolah.
Fajar berharap semangat yang dibangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Nilai persatuan, cinta tanah air, kecintaan terhadap bahasa Indonesia, sportivitas, dan keberanian untuk berprestasi diharapkan terus menjadi bagian dari keseharian peserta didik.
“Harapan kami, anak-anak SDN 1 Jimbe tumbuh menjadi generasi yang mencintai Indonesia, bangga dengan bahasa persatuan, menghargai perbedaan, memiliki akhlak yang baik, serta berani bermimpi dan berprestasi. Kami ingin mereka menjadi generasi GENIUS yang gemilang, energik, nyaman, Islami, unggul, dan sukses,” harap Fajar.
Ia juga berharap kekompakan seluruh guru dapat terus menjadi energi positif dalam menjalankan berbagai program sekolah.
“Dengan kekompakan bapak dan ibu guru, dukungan orang tua, serta semangat peserta didik, kami optimistis SDN 1 Jimbe dapat terus bergerak maju dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak,” pungkasnya.
Semarak Sumpah Pemuda di SDN 1 Jimbe akhirnya menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Di balik Piala GENIUS, terdapat pesan pendidikan yang jauh lebih besar: bahwa setiap anak memiliki potensi untuk tumbuh, berkarya, dan berprestasi.
Dari JiTu, semangat persatuan terus dinyalakan.
Dari Piala GENIUS, karakter dan prestasi terus ditumbuhkan. Dan dari sekolah, diharapkan lahir generasi yang bangga menjadi bagian dari Indonesia, generasi yang siap menjaga persatuan, mencintai bahasa Indonesia, menghargai keberagaman, serta melangkah menuju masa depan dengan penuh percaya diri.
Posting Komentar